Berbicara mengenai pemuda tentu kita akan berbicara dengan semangat. Bagaimana dalam catatan sejarah semua perubahan diprakarsai oleh pemuda. Seperti peristiwa kemerdekaan RI dan munculnya reformasi di Indonesia yang merupakan sejarah penting betapa hebatnya pengaruh pemuda di Indonesia. Pemuda mempunyai energi atau kekuatan tersendiri yang tak dimiliki oleh sosok yang lain. Ia memiliki potensi yang bisa diberdayakan menuju Indonesia yang lebih baik lagi.
Saat ini menurut data BPS jumlah pemuda di Indonesia mencapai 73,5 juta atau 31,9 persen dari 230 juta jiwa penduduk Indonesia. Dengan jumlah yang begitu besar, pemuda merupakan potensi strategis dalam pembangunan nasional. Secara kualitatif, pemuda memiliki idealisme yang murni, dinamis, kreatif, inovatif, dan memiliki energi yang besar bagi perubahan sosial. Seperti adanya BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan lain-lain. Organisasi yang dibentuk untuk mencapai target kemanusiaan dalam mendidik pemuda Indonesia agar lebih banyak mengambil peran. Sekarang penulis ingin bertanya, dari sekian banyak pemuda yang ada di Indonesia, berapa persenkah dari mereka yang telah menyadari potensinya dan mengambil peran menuju Indonesia yang lebih baik lagi? Bagaimana dengan diri kita sendiri, wahai pemuda Indonesia?
Dilihat dari peran pemuda Indonesia, beberapa waktu yang lalu salah satu pemuda Indonesia telah meraih medali emas dalam pentas kompetisi pengetahuan di bidang biologi untuk tingkat Internasional. Kita juga memiliki atlet-atlet bulutangkis yang disegani dunia. Prestasi-prestasi seperti itu mampu mengharumkan nama bangsa kita dan mengangkat derajat Indonesia di mata dunia walau keadaan bangsa ini tidaklah seharum pancaran prestasi tersebut. Disinilah menurut penulis potensi kedermawanan pemuda. Kedermawanan yang diartikan penulis sebagai suatu perbuatan yang berguna bagi orang lain bukan hanya dalam bentuk materi. Kedermawanan ini yang pada akhirnya akan mengharumkan nama bangsa. Andaikan saja lebih dari 50 persen pemuda di Indonesia menyadari bahwa mereka sangat berharga sehingga mampu memanfaatkan potensi dirinya entah itu di bidang menulis, akademis, kepemimpinan, kewirausahaan, dll, maka penulis yakin angka kemiskinan dan keterbelakangan tidak setinggi sekarang. Untuk itu, butuh pengarahan yang intensif pada sosok pemuda untuk memaksimalkan kelebihan yang dimilikinya. Disinilah peran orangtua, guru, masyarakat, dan tentunya pemerintah untuk melindungi potensi pemuda dan menjadi pedoman bagi kegiatan pemberdayaan pemuda. Dan tidak ketinggalan peran pers untuk mempublikasikan peran positif pemuda dalam membangun bangsa bisa ditingkatkan lagi. Dikarenakan hal tersebut akan memberikan pengaruh psikologis pada pemuda lainnya agar berkarya juga.
Penulis teringat pernyataan Bung Karno, ”Beri aku 10 pemuda, maka akan aku goncangkan dunia”. Sebuah pernyataan yang apabila para pemuda memahaminya, maka ia akan tahu betapa besar potensi yang dimilikinya dalam melakukan perubahan sosial yang besar. Perubahan yang tentunya diarahkan untuk kebaikan bangsa ini kedepan karena sudah hampir 64 tahun usia Indonesia merdeka. Sudah selayaknya bangsa ini menjadi negara maju yang memiliki pertahanan dan keamanan yang kuat dari segala aspek baik politik, ekonomi, sosial, budaya, dan yang terpenting adalah di bidang pendidikan. Mari kita bersama-sama merintisnya mulai dari sekarang!
Mari wahai pemuda Indonesia! Manfaatkan idealisme murni, dinamis, kreatif, dan inovatifmu. Kita adalah sosok manusia yang dianugrahkan kekuatan membangun pondasi kehidupan kearah yang lebih baik. Kau akan merasa berguna apabila potensimu kau gunakan dengan maksimal.
Oleh Retno Ayu Purnama Sari, mahasiswi Manajemen Unand 2008, penerima beastudi etos Padang.
Ini merupakan tulisan sebagai renungan untuk membangkitkan semangat penulis bahwa kita pemuda dapat melakukan hal yang lebih besar dan positif.